Saat ini kamu sedang membaca artikel...
Islami

BELAJAR TAJWID

A. PENGERTIAN TAJWID

  • Tajwid adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk mengetahui kaidah atau tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
  • Fungsinya adalah untuk menjaga lidah dari kesalahan dalam membaca Al-Qur’an. Karena kesalahan dalam membaca Al-Qur’an dapat membuat perubahan arti dari kata atau kalimat yang dibaca.
  • Hukum memakainya dalam dalam membaca Al-Qur’an wajib bagi siapa saja yang sudah tahu tentang ilmu Tajwid ini.
  • Sedangkan hukum belajar Tajwid itu sendiri Fardhu Kifayah.

B. CARA MENYAMBUNG ATAU MEMOTONG BACAAN ISTIADZAH DAN BASMALLAH DENGAN AWAL / AKHIR SURAT

Bacaan Istiadzah :

أَعُوْذُ بِا اللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

(Audzubillahiminassyaithonirrojim)

Bacaan Basmallah :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

(Bismillahirrohmanirrohim)

1. Menyambung Atau Memotong Antara Istiadzah, Basmallah , Dan Awal Surat :

a.    Memotong semuanya

b.    Menyambung antara istiadzah dan basmallah saja

c.    Menyambung antara basmallah dan awal surat saja

d.   Menyambung semuanya

2. Menyambung Atau Memotong Antara Akhir Surat, Basmallah, Dan Awal Surat lain :

a.       Memotong semuanya

b.      Menyambung antara basmallah dan awal surat saja

c.       Menyambung semuanya

Yang tidak boleh dilakukan adalah menyambung akhir surat dengan basmallah saja (tanpa menyambungnya dengan awal surat sekaligus). Karena jika membacanya sepeti itu maka bacaan basmallah tadi dikuatirkan akan terlihat seperti bagian dari akhir ayat tersebut.

هذا العلم ماخوذ من كتاب علم التجويد

معهد دار السلام كونتور فونوروغو

2 : Hukum Nun Sukun Dan Tanwin

Setelah mengetahui pengertian ilmu Tajwid dan cara menyambung istiadzah dan basmallah dengan awal atau akhir surat, sekarang saatnya kita memasuki bagian awal dari ilmu Tajwid tersebut. Disini kita akan membahas hukum nun sukun dan tanwin apababila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah yang ada dalam al-qur’an.

KETERANGAN :

Nun Sukun :

نْ

Tanwin :

-ً   -ٍ   -ٌ

Hukum hukum nun sukun atau tanwin yaitu adalah :

1. Idzhar Halqi

اَلإِظْهَارُ الْحَلْقِيُّ

Yaitu apabila ada huruf nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan huruf :

{ ء  ه  ح  خ  ع غ }

Cara membacanya adalah dengan tetap membaca nun sukun atau tanwin tersebut secara jelas.

Contoh :

مَنْ آمَنَ

سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

أَنْعَمْتَ

2. Idghom

Idzghom sendiri dibagi menjadi 2 bagian yaitu:

a. Idghom bila gunnah

اَلإِدْغَامُ بِلاَغُنَّةٍ

Yaitu apabila ada huruf nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan huruf :

{  ل  ر  }

Cara membacanya adalah dengan memasukan nun sukun atau tanwin tersebut ke huruf sesudahnya dengan tidak memakai gunnah.

Contoh :

مِنْ رَبِّكَ

غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ

كُلٌّ لَهُ

b. Idghom Bigunnah

اَلإِدْغَامُ بِغُنَّةٍ

Yaitu apabila ada huruf nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan huruf :

{  ي  ن  م  و  }

Cara membacanya adalah dengan memasukan nun sukun atau tanwin tersebut ke huruf sesudahnya dengan memakai gunnah.

Contoh :

مِنْ وَلٍ

مَنْ يَقُوْلُ

بَشِيْرًا وَ نَظِيْرًا

PERHATIAN :

Izhar Wajib

اَلإِظْهَارُ الْوَاجِبُ

Syarat dari Idghom bigunnah adalah harus terdiri dari 2 kata. Tetapi jika ada nun sukun yang bertemu dengan huruf Idghom bigunnah hanya didalam 1 kata, maka hukum bacaannya adalah IDZHAR WAJIB. Dan cara membacanya harus jelas sebagaimana membaca Izhar Halqi. Bacaan Izhar Wajib hanya ada di beberapa tempat saja di dalam al-qur’an sehingga tidak susah membedakannya. Adapun contoh bacaan dari Izhar Wajib tersebut adalah :

اَلدُّنْيَا

بُنْيَانٌ

صِنْوَانٌ

قِنْوَانٌ

3. Iqlab

اَلإِقْلاَبُ

Yaitu apabila ada huruf nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan huruf :

{  ب  }

Cara membacanya adalah dengan mengganti huruf nun sukun atau tanwin tersebut menjadi huruf Mim.

Contoh :

مِنْ بَعْدِيْ

سَمِيْعٌ بَصِيْرٌ

أَنْبَأَهُمْ

4. Ikhfa’ haqiqi

اَلإِخْفَاءُ الْحَقِيْقِيُّ

Yaitu apabila ada huruf nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan salah satu huruf yang tergabung dalam bacaan :

{ صِفْ ذَا ثَنَا كَمْ جَادَ شَخْشٌ قَدْ سَمَا

دُمْ طَيِّبًا زِدْ فِى تُقًى ضَعْ ظَالِمًا }

Cara membacanya adalah dengan mendengung.

Contoh :

وَ مَنْ تَابَ

قَوْلاً كَرِيْمًا

مِنْ دُوْنِ

هذا العلم ماخوذ من كتاب علم التجويد

معهد دار السلام كونتور فونوروغو

3 : Hukum Mim Sukun

Pada tutorial yang lalu kita membahas masalah hukum nun sukun atau tanwin dan sekarang saatnya kita membahas tentang hukum mim sukun apabila bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah.

KETERANGAN :

Mim Sukun :

مْ

Hukum hukum mim sukun yaitu adalah :

1. Idghom Mimi

اَلإِدْغَامُ الْمِيْمِيُّ

Yaitu apabila ada huruf mim sukun yang bertemu dengan huruf :

{ م }

Contoh :

لَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ

وَمَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ

2. Ikhfa’ Syafawi

اَلإِخْفَاءُ الشَّفَوِيُّ

Yaitu apabila ada huruf mim sukun yang bertemu dengan huruf :

{  ب  }

Contoh :

اِعْتَصِمْ بِا اللَّهِ

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَهٍ

3. Idzhar Syafawi

اَلإِخْفَاءُ الْحَقِيْقِيُّ

Yaitu apabila ada huruf mim sukun yang bertemu dengan salah satu huruf selain huruf Mim dan Ba’ :

Contoh :

نَغْفِرْلَكُمْ خَطَايَاكُمْ

هُمْ يُوْقِنُوْنَ

هذا العلم ماخوذ من كتاب علم التجويد

معهد دار السلام كونتور فونوروغو

4 : Hukum Lam Ta’rif

Hukum Lam Ta’rif itu adalah :

1. Idzhar Qomariyah

إِظْهَارُ الْقَمَرِيَّةِ

Yaitu apabila ada Lam Ta’rif yang bertemu dengan salah satu huruf yang ada dalam kalimat :

{ اَبْغِ حَجَّكَ وَ خَفْ عَقِيْمَهُ }

Cara membacanya adalah dengan membaca huruf lam tersebut dengan jelas.

Contoh :

اَلْقُرْآنُ

الْفَتَّاحُ

اَلْقَمَرُ

2. Idghom Syamsiyyah

إِدْغَامُ الشَّمْسِيَّةِ

Yaitu apabila ada Lam Ta’rif yang bertemu dengan salah satu huruf yang ada dalam kalimat :

{  طِبْ ثُمَّ صِلْ رَحْمًا تَفُزْ ضِفْ ذَا نِعَمْ

دَعْ سُوْءَ ظَنٍّ زُرْ شَرِيْفًا لِلْكَرَمِ  }

Cara membacanya adalah dengan memasukkan huruf lam tersebut ke huruf sesudahnya sehingga yang terbaca hanyalah huruf sesudahnya dengan memakai Tasydid.

Contoh :

اَلدِّيْنُ

اَلسَّلاَمُ

اَلشَّمْسُ

هذا العلم ماخوذ من كتاب علم التجويد

معهد دار السلام كونتور فونوروغو

5 : Hukum Ghunnah Dan Lam Fi’li

A. Hukum Ghunnah :

Apabila menemukan nun ghunnah atau mim ghunnah maka cara membacanya adalah wajib didengungkan. Keterangan lebih lanjut :

1. Nun Ghunnah

نّ

Yaitu adalah huruf nun yang memakai Tasydid

Contoh :

إِنَّمَا

اَلْجِنُّ

2. Mim Ghunnah

مّ

Yaitu adalah huruf mim yang memakai Tasydid

Contoh :

ثُمَّ

فَلَمَّا

–Bersambung–

 

 

 

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

August 2012
M T W T F S S
« Mar   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Silahkah Confirm Kalau Mau Kenal

Follow Me

  • Sahabat bukanlah mereka yg telah lama kamu kenal, namun mereka yg datang menghampirimu dan tak pernah meninggalkanmu 2 months ago
  • Teman Kampus BSI..... yang mana ya...??? 6 months ago
  • begini nie jadinya kalau TV nonton yang tidur hasilnya sakit kepala.. :D :D :D 1 year ago
  • ada yang pintar tapi membodohi,ada yang bodoh tapi tak tahu diri ada orang beragama tapi tak berakhlak, ada yang berakhlak tapi tak bertuhan 1 year ago
  • @ima39julahm test 1 year ago

Mau Kenal Chatt Aja…..

Maentenance Blog By: Standza Al Zahrah

Bookmark and Share



free counters


Member's Of Ghalast 518

  • Cep Nanang Sunarya
  • Erik AirLangga Saputra
  • Yopi Mera Wijaya
  • Wahyu Illahi
  • M.Romdonie
  • Khasung
  • Achips
  • Aldi
  • Ao

kritik dan saran : entjep@gmail.com

Creative Design By: Cep Nanang Sunarya

Silahkan Kunjungi Juga

SILAHKAN KALAU YANG HOBBY DWONLOAD

FREE EBOOK
%d bloggers like this: